Manaf, Muhamad Nasruddin and Laksana, Feri Febria and Novianto, Irwan and Badruzzaman, Abdulloh and Syamsiro, Mochamad (2023) BUKU ABSTRAK SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TERAPAN VII (SEMNAS-SINTA) 2023 : Implementasi Matematika dan Sains dalam Teknologi Cerdas untuk Ketahanan Pangan, Energi dan Kesehatan. In: SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TERAPAN VII (SEMNAS-SINTA) 2023.
Buku Abstrak SEMNAS-SINTA VII 2023-M.N.Manaf.pdf
Download (584kB)
Abstract
Silicene sebagai material dua dimensi telah menarik perhatian saintis, terkait dengan sifat elektroniknya
yang menyerupai pendahulunya yaitu Graphene. Sifat seperti Dirac Fermion dan sifat relativistik lainnya terdapat
juga di Silicene yang merupakan implikasi dari bentuk kristal berupa heksagonal seperti Graphene. Silicene
memiliki keunggulan dibandingkan dengan Graphene, yakni lebih mudah untuk diintegrasikan dengan teknologi
komputer saat ini. Hal ini dikarenakan silicene memiliki atom silikon sebagai basis dibandingkan dengan
Graphene yang memiliki atom karbon sebagai basisnya. Dalam seminar ini akan disampaikan tentang kestabilan
dari silicene, terutama terkait dengan efek “strain”. Model yang digunakan dalam perhitungan yakni silicene
dalam bentuk lembaran bebas (“free standing”). Perhitungan dilakuan menggunakan konsep“First -Principles”
dan “Density Functional Theory”. Beragam nilai kisi kristal yang mewakili pemampatan (“compress strain”) dan
regangan (“tensile strain”) telah digunakan dalam perhitungan tersebut. Berdasarkan perhitungan ini, Silicene
dalam keadaan lembaran bebas akan sulit untuk disintesis. Hal ini disebabkan karena bentuk silicene yang tidak
rata, berkebalikan dengan Graphene yang berbentuk lembaran “planar”. Silicene dapat disintesis di atas substrat
dengan nilai kisi antara 3.1 angstrom hingga 4.2 angstrom. Nilai 3.1 angstrom tersebut identik dengan nilai
konstanta kisi Silicene pada MoS
2
. Sedangkan nilai 4.2 angstrom indentik dengan laporan terbaru yakni silicene
pada Au[111]. Pada nilai konstanta kisi yang kecil, ikatan sigma menjadi lebih dominan dibandingkan dengan
ikatan pi. Sedangkan pada nilai konstanta kisi yang besar, ikatan pi akan menjadi lebih dominan. Ikatan pi akan
menjadi sangat dominan dinilai konstanta kisi 4.2 angstrom sebelum ikatan kovalen atom silikon pada silicene
tersebut patah.
| Item Type: | Conference or Workshop Item (Speech) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kisi; Silicene;” First-Principles”; Pemampatan; Regangan. |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Informasi > S1 Teknik Elektro |
| Depositing User: | Tri Yuliani |
| Date Deposited: | 12 Aug 2024 03:02 |
| Last Modified: | 12 Aug 2024 03:02 |
| URI: | http://repository.unu-jogja.ac.id/id/eprint/772 |
